loading

Kategori: Berita

  • Home
  • Kategori: Berita

INTI – UNIBOS –> INSTITUT TURATEA INDONESIA BERPARTISIPASI DALAM PAMERAN KEWIRAUSAHAAN DIES NATALIS UNIVERSITAS BOSOWA KE-39

{repost} Aliefmedia.co.id, Makassar – Institut Turatea Indonesia (INTI) turut ambil bagian dalam Pameran Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Universitas Bosowa Makassar sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Bosowa yang ke-39. Beberapa Minggu lalu

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan produk-produk inovatif hasil karya dosen dan mahasis wa serta mempererat sinergi antar perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.

Pada pameran yang berlangsung di halaman Universitas Bosowa, dosen dan mahasiswa Institut Turatea Indonesia memamerkan produk unggulan yaitu olahan makanan tradisional, dan kerajinan kreatif Stand INTI menarik perhatian pengunjung dengan konsep yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang dikemas secara modern.

Wakil Rektor I, Institut Turatea Indonesia, Ali Syahban Amir, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan di lingkungan kampus.

 “Kegiatan ini sangat positif untuk membangun semangat berwirausaha sejak dini dan menjadi sarana dosen dan mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaik mereka,” ujarnya.

Pameran ini juga menjadi wadah kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai kampus untuk saling berbagi ide, inovasi, dan pengalaman dalam bidang kewirausahaan.

Melalui kegiatan ini, INTI berharap dapat terus mendorong terciptanya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berorientasi pada solusi.

Keikutsertaan Institut Turatea Indonesia dalam kegiatan ini menegaskan komitmen nya untuk aktif mendukung program pengembangan mahasiswa, serta mengambil peran dalam mencetak wirausahawan muda yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

pewarta: Aswandi Karim AMN

Wakil Rektor 1 INTI Jadi Pembicara di Konferensi Internasional di Singapura, Angkat Pentingnya Pengetahuan Tradisional dalam Pendidikan

idmedia.id-{Fire} Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Turatea (INTI), Ali Syahban Amir, baru-baru ini meraih prestasi luar biasa dengan terpilih sebagai pembicara di ajang internasional yang digelar di Singapura.

Dalam kesempatan tersebut, alumnus Universitas Muhamadiyah (Unismuh) Makassar dan Universitas Negeri Makassar ini mempresentasikan sebuah topik yang mendalam dan relevan dengan dunia pendidikan saat ini, yakni *”Traditional Knowledge as Ecological Intelligence: An Ecopedagogy Study”*

Diketahui, konferensi yang berlangsung pada 3 sampai 4 Maret 2024 ini, bertajuk *Singapore International Conference on Teaching, Education & Learning*, diadakan di The National University of Singapore Society (NUSS), Suntec City Guild House.

Konferensi ini mengumpulkan para akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Australia, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia.

Namun ada yang menarik dalam presentasi yang ditampilkan Ali Syahban Amir, dimana putra asli Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menyoroti betapa pentingnya pengetahuan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat adat, untuk didokumentasikan dan diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan.

“Pengetahuan tradisional bukan hanya merupakan warisan budaya yang berharga, tetapi juga bisa menjadi sumber daya yang sangat penting dalam pembelajaran di sekolah-sekolah,” kata dia.

Menurutnya, pendidikan di Indonesia perlu melibatkan konsep-konsep yang lebih holistik, seperti *ecopedagogy* yang berarti pendekatan pendidikan yang berfokus pada kesadaran ekologis dan hubungan manusia dengan alam.

“Dengan mendalami pengetahuan tradisional, siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang kearifan lokal dan cara-cara hidup yang ramah lingkungan, yang sudah diwariskan oleh nenek moyang,” ucapnya.

Selain itu, Ali juga menekankan pentingnya konservasi etnik dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Etnik dan budaya daerah, menurutnya, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari identitas nasional yang harus dijaga dan dipertahankan.

**Keterkaitan Antara Literasi Digital dan Ilmu Interdisipliner**

Sebagai seorang akademisi yang juga tengah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Negeri Makassar (UNM), Ali telah lama tertarik pada literasi digital dan penerapannya dalam pendidikan.

Dalam konferensinya, ia juga membahas bagaimana literasi digital bisa menjadi jembatan untuk menghubungkan berbagai bidang ilmu yang bersifat interdisipliner, seperti ecoliteracy (literasi ekologis), ekolinguistik, hingga *ecopedagogy* itu sendiri.

Ali menekankan bahwa dengan mempelajari digital literasi, berbagai kolaborasi lintas disiplin ilmu bisa tercipta, yang pada gilirannya akan memperkaya dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia dan dunia.

 

*Membangun Jejaring Global untuk Pendidikan yang Lebih Baik*

Ali Syahban Amir juga menyampaikan pentingnya bagi para dosen untuk terlibat dalam forum-forum internasional seperti ini. Selain memperluas jejaring global, partisipasi dalam konferensi internasional juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan wawasan terbaru dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

“Forum internasional seperti ini sangat penting untuk mengait jejaring global, memperluas pengetahuan, dan mendapatkan feedback dari berbagai perspektif keilmuan. Saya harap di konferensi berikutnya, saya bisa datang bersama rekan-rekan sivitas akademika INTI untuk memajukan almamater kita,”kata Ali.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menekankan pentingnya memperkenalkan ciri khas Institut Turatea (INTI) ke dunia internasional. Ia percaya bahwa dengan mengangkat nilai-nilai tradisi yang ada di Indonesia, INTI dapat tampil unik dan berbeda dari perguruan tinggi lainnya di dunia.

“Kita semua sarat akan nilai-nilai tradisi. Itulah ciri khas kita. Jadi INTI harus dikenal di mana-mana. Dengan ciri khas, INTI bisa tampil unik di mata dunia,” ungkap Ali.

Selain Ali Syahban Amir, konferensi ini juga melibatkan beberapa pembicara dan peserta dari Indonesia. Di antaranya, Kamaruddin, S.Pd., M.Si, dosen aktif di INTI yang juga berkontribusi dalam bidang pendidikan dasar, Supriadi, S.Pd., M.Hum., mahasiswa program doktoral dari UPI Bandung, dan Dra. Rina Jayani, Mont. Dipl., penggerak pendidikan usia dini berbasis Montessori dari Jakarta.

Konferensi ini memperlihatkan keragaman perspektif dalam dunia pendidikan, dengan peserta yang datang dari berbagai negara dan latar belakang. Diskusi yang berlangsung memberikan berbagai masukan berharga mengenai arah pendidikan masa depan, dengan penekanan pada pentingnya pendidikan berbasis lingkungan dan pengetahuan lokal.

Dengan suksesnya keikutsertaan Ali Syahban Amir di konferensi internasional ini, harapannya adalah agar lebih banyak kesempatan serupa dapat diikuti oleh sivitas akademika INTI. Ali percaya bahwa melalui kolaborasi global, INTI dapat lebih dikenal di dunia internasional dan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berwawasan global.

“INTI akan tumbuh berkembang dengan gayanya sendiri, dengan mengangkat ciri khas dan kekuatan budaya Indonesia,” tutupnya.

Ke depan, diharapkan lebih banyak ide-ide inovatif yang dapat diterapkan dalam pendidikan Indonesia, yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengedepankan kearifan lokal dan kesadaran ekologis. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki empati dan kecintaan terhadap budaya dan lingkungan mereka.

Institut Turatea Indonesia jalin Kerjasama Internasional


LLDIKTI IX Gelar Konfrensi Internasional hadirkan pembicara dari Institute Portugal dan University Iraq

 

Institut Turatea Indonesia kembali memperkuat kerjasama internasional. Kali ini INTI melakukan MoU dengan Institute of Portalgre Portugal, dan University of Kufa Iraq.

Penandatanganan dilakukan bersama beberapa perguruan tinggi di LLDikti Wilayah IX Sultan Batara, yang berlangsung di Ruangan E-Learning LLDikti Wilayah IX, Selasa 24

Rektor INTI, Prof. Dr. H. Maksud Hakim, S.Pd., SE., MM., mengungkapkan bahwa kerjasama ini memiliki manfaat besar bagi Perguruan Tinggi, khususnya untuk kegiatan Tridharma INTI.

“Kerjasama ini sangat bermakna besar terhadap perguruan tinggi khususnya bagi INTI, teknologi dalam pendidikan sangat dibutuhkan terlebih dalam bidang research,” ungkap Prof. Maksud.

Prof. Maksud juga menambahkan kedepannya INTI akan melakukan kolaborasi dalam bidang penelitian sebagai implementasi kerjasama yang telah terbangun.

Kepala LLDikti Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M. Si mengucapkan terima kasih kepada semua narasumber dan pimpinan PT telah hadir dalam kegiatan tersebut, semoga adanya MoU ini bisa terjalin dengan baik dan dapat ditindaklanjuti.

Pendatangan dilaksanakan dalam kegiatan Internasional Guest Lecture, yang berlangsung secara hybrid melalui zoom meeting.

Internasional Guest Lecture menghadirkan 3 pembicara, yaitu Ahmad J. Obaid, Ph. D. The Department of Comput Science, Faculty of Comput Science and Mathematics, Luis Miguel Oliveira de Barros Cardoso, PhD The Polytechnic Institute of Portalegre, Portugal, dan Zulqadri Ansar S.T., M.T Student of Land Management Technische University of Munich, Germany.

Kerjasama meliputi pertukaran tenaga akademik (dosen dan staf) antara dua pihak, pertukaran pelajar dalam program penelitian kunjungan serta program magang.

Selanjutnya, penelitian bersama serta kegiatan akademik lainnya, dan Kegiatan bersama serta kegiatan lain yang berhubungan dengan industri.

Berita terhubung: https://metromilenial.id/2023/10/25/lldikti-ix-gelar-konfrensi-internasional-hadirkan-pembicara-dari-institute-portugal-dan-university-iraq/